Minggu, 25 Januari 2026

Pergeseran Peran Orang Tua dalam Keluarga Modern dan Dampaknya bagi Anak

 


Pendahuluan

Perubahan sosial, ekonomi, dan budaya telah membawa dampak besar terhadap struktur dan dinamika keluarga. Salah satu perubahan paling nyata adalah pergeseran peran orang tua dalam keluarga modern. Peran ayah dan ibu yang dahulu relatif jelas kini semakin cair, bahkan dalam beberapa kasus menjadi timpang dan membingungkan.

Jika tidak dikelola dengan baik, pergeseran peran ini dapat melemahkan ketahanan keluarga dan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak.


Makna Peran Orang Tua dalam Keluarga

Dalam keluarga, orang tua memiliki peran mendasar, antara lain:

  • Memberikan kasih sayang dan rasa aman

  • Menjadi teladan moral dan perilaku

  • Menjamin kebutuhan fisik, emosional, dan pendidikan anak

Peran ayah dan ibu pada dasarnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan atau saling meniadakan.


Faktor Penyebab Pergeseran Peran Orang Tua

Beberapa faktor utama yang mendorong pergeseran peran orang tua antara lain:

1. Tuntutan Ekonomi

Kebutuhan hidup yang meningkat membuat banyak ibu ikut bekerja di luar rumah. Di sisi lain, ayah sering terfokus penuh pada pekerjaan, sehingga keterlibatan emosional dengan anak berkurang.

2. Perubahan Nilai Sosial

Pandangan tentang peran gender dalam keluarga semakin fleksibel. Namun tanpa komunikasi dan kesepakatan, fleksibilitas ini justru memicu kebingungan peran.

3. Pengaruh Teknologi dan Gawai

Waktu interaksi keluarga berkurang karena orang tua dan anak sama-sama sibuk dengan layar digital, meski berada di ruang yang sama.

4. Kurangnya Edukasi Kesiapan Berkeluarga

Banyak pasangan membentuk keluarga tanpa pemahaman yang cukup tentang pembagian peran dan tanggung jawab jangka panjang.


Dampak Pergeseran Peran terhadap Anak

Pergeseran peran orang tua yang tidak seimbang dapat menimbulkan berbagai dampak, antara lain:

  • Anak kehilangan figur teladan yang konsisten

  • Gangguan emosional dan perilaku

  • Rasa tidak aman dan kurang diperhatikan

  • Kesulitan membangun relasi sosial

Anak tidak hanya membutuhkan kehadiran fisik orang tua, tetapi juga kehadiran emosional.


Dampak terhadap Ketahanan Keluarga

Dalam jangka panjang, pergeseran peran yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebabkan:

  • Konflik rumah tangga

  • Kelelahan mental pada salah satu pihak

  • Meningkatnya risiko perceraian

  • Melemahnya fungsi keluarga sebagai tempat pendidikan nilai

Keluarga menjadi rapuh ketika tanggung jawab dipikul tidak secara adil dan disepakati bersama.


Upaya Menyikapi Pergeseran Peran Orang Tua

Untuk menjaga keseimbangan peran dalam keluarga, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membangun komunikasi terbuka antara suami dan istri

  • Menyepakati pembagian peran secara realistis

  • Melibatkan ayah dan ibu secara aktif dalam pengasuhan

  • Mengutamakan waktu berkualitas bersama anak

  • Menguatkan nilai agama dan tanggung jawab keluarga

Prinsip utamanya adalah keluarga bukan beban satu pihak.


Penutup

Pergeseran peran orang tua adalah realitas yang tidak dapat dihindari dalam keluarga modern. Namun, tanpa kesadaran dan pengelolaan yang baik, pergeseran ini dapat berdampak serius terhadap anak dan ketahanan keluarga.

Keluarga yang sehat bukan ditentukan oleh siapa yang bekerja di luar atau di dalam rumah, melainkan oleh kerja sama, keadilan peran, dan kehadiran nyata orang tua dalam kehidupan anak.

Kontak Resmi

Kantor Hukum Solechan, S.H.I & Rekan
📍 Kebumen, Jateng,📍 Purworejo, Jateng, 📍 Bantul,  DIY
📞 Telepon/WA: 0856-0282-9764
⏰ Layanan: 24 Jam
🌐 Konsultasi langsung via WhatsApp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rendahnya Literasi Hukum Keluarga: Akar Konflik Rumah Tangga dan Perceraian

  Pendahuluan Banyak konflik dalam rumah tangga bermula bukan dari masalah besar, melainkan dari ketidaktahuan terhadap hukum keluarga . Ha...

src="https://cdn-icons-png.flaticon.com/512/733/733585.png" width="50" alt="Chat WhatsApp"> 💬